
Kompleks Pemakaman Ki Ageng Gribig tak jauh dari Gerbang Tol Malang konon jadi saksi sejumlah tokoh-tokoh penguasa Kerajaan Mataram Islam. Selain Ki Ageng Gribig, yang merupakan penyebar agama islam dan bagian dari Kesultanan Mataram, fsrdpaat beberapa tokoh bupati berbagai daerah di Jawa bagian timur, mulai dari Malang, Situbondo, Probolinggo, hingga Banyuwangi.
Namun dari sekian makam, ada makam yang menarik dikulik, yakni makam bermotif batu nisan surya ala-ala simbol Kerajaan Majapahit. Konon makam – makam itu merupakan bagian dari pengikut Kerajaan Majapahit, yang dimakamkan di kompleks pemakaman Islam di Jalan Ki Ageng Gribig, tak jauh dari pintu keluar tol Malang ini.
Motif ini menyerupai dengan makam yang ada di Pemakaman Troloyo, Trowulan. Berdasarkan penelusuran diduga makam ini merupakan salah satu bagian dari pasukan Kerajaan Majapahit yang melarikan diri di sisa – sisa kejayaannya. Konon serangan dari Kerajaan Demak ke Majapahit membuat para pasukan Kerajaan Majapahit melarikan diri hingga ke selatan ke Malang.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesarean Ki Ageng Gribig Malang Devi Nur Hadianto menyatakan, makam yang bermotif surya itu menyerupai logo khas dari Kerajaan Majapahit. Saat itu memang penyebaran agama Islam mulai masif terjadi di timur Pulau Jawa khususnya di sekitar Jawa bagian timur.
“Nisan yang bergambar kalau ada yang menyebut surya Majapahit, ada yang menyebutkan kalacakra atau apapun, intinya lisan tersebut nisan yang si beliau ini hidup pada masa era Raden Patah atau Kesultanan Demak,” ucap Devi Nur Hadianto.