Harta Kekayaan Anthony Tan, Bos Grab yang Dipanggil Presiden Prabowo ke Istana

Harta Kekayaan Anthony Tan, Bos Grab yang Dipanggil Presiden Prabowo ke Istana

Harta Kekayaan Anthony Tan, Bos Grab yang Dipanggil Presiden Prabowo

 Harta kekayaan Anthony Tan, Bos Grab yang dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana. Anthony Tan pendiri dan CEO Grab, baru-baru ini memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto ke Istana Merdeka.

Pertemuan tersebut membahas kebijakan baru terkait pemberian Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra pengemudi ojek online (ojol) menjelang Idul Fitri. Dengan demikian, harta kekayaan Anthony Tan, yaitu bos grab yang dipanggil Presiden Prabowo ke Istana menjadi sorotan publik. Berikut latar belakang dan harta kekayaan CEO Grab, Anthony Tan yang dikutip dari berbagai sumber dan dirangkum oleh Okezone pada Rabu (12/3/25).

1. Latar Belakang Anthony Tan

Anthony Tan lahir pada tahun 1982 di Malaysia. Ia merupakan lulusan University of Chicago dan Harvard Business School. Pada tahun 2012, bersama rekannya Tan Hooi Ling, Anthony mendirikan MyTeksi di Malaysia, yang kemudian berkembang menjadi Grab dan menjadi perusahaan teknologi terkemuka di Asia Tenggara. 

2. Harta Kekayaan Anthony Tan 

Menurut laporan Forbes tahun 2021, Anthony Tan memiliki kekayaan bersih sekitar US$790 juta setara dengan RP1,13 triliun, menempatkannya pada peringkat ke-47 dalam daftar 50 orang terkaya di Singapura. Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan saham dan perannya sebagai CEO di Grab, yang telah berekspansi ke berbagai layanan seperti transportasi, pengiriman makanan, dan layanan keuangan digital. Tan, warga negara yang berkependudukan di Singapura juga sebelumnya menduduki peringkat diantara orang terkaya di Malaysia, tempat ia pertama kali mendirikan Grab pada tahun 2012.

Sejak saat itu, Grab berhasil menarik perhatian sejumlah investor ternama, termasuk perusahaan teknologi raksasa Microsoft dan SoftBank yang dimiliki oleh konglomerat Masayoshi Son. Perusahaan ini juga merencanakan merger dengan Altimeter, namun proses tersebut mengalami penundaan hingga kuartal keempat yang dimulai pada bulan Juli. Penundaan ini terjadi karena Grab masih dalam tahap menyelesaikan audit keuangannya. Meskipun demikian, merger tersebut disebut-sebut sebagai salah satu akuisisi SPAC terbesar yang pernah ada di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*