Rusia Kerahkan Rudal Berkemampuan Nuklir Oreshnik ke Belarus

Rusia Kerahkan Rudal Berkemampuan Nuklir Oreshnik ke Belarus

Ilustrasi.

Rusia telah mengerahkan rudal berkemampuan nuklir Oreshnik ke Belarus, demikian dikonfirmasi Presiden Aleksandr Lukashenko pada Kamis (19/12/2025). Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Oreshnik akan resmi memasuki layanan militer negaranya pada akhir 2025.

Lukashenko mengatakan Oreshnik, sistem rudal balistik jarak menengah, tiba di negara itu pada Rabu (18/12/2025) dan mulai bertugas dalam pertempuran. Ia tidak menyebutkan berapa banyak rudal yang telah dikerahkan atau memberikan detail lainnya.

Presiden Vladimir Putin mengatakan pada Rabu bahwa Oreshnik akan mulai bertugas dalam pertempuran bulan ini, tetapi tidak memberikan detail lainnya. Ia membuat pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan para perwira militer senior Rusia.

Pengerahan Oreshnik ini dilakukan di tengah kebuntuan perundingan untuk mengakhiri perang di Ukraina. Putin memperingatkan bahwa Moskow akan berupaya memperluas kemenangannya di Ukraina jika Kyiv dan sekutu Baratnya menolak tuntutan Kremlin dalam pembicaraan damai.

AS Klasifikasikan Fentanil Sebagai Senjata Pemusnah Massal

AS Klasifikasikan Fentanil Sebagai Senjata Pemusnah Massal

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan fentanil sebagai senjata pemusnah massal. Langkah yang diambil pada Senin (15/12/2025) secara dramatis memperluas wewenang pemerintah AS untuk memerangi opioid sintetis yang disalahkan atas puluhan ribu kematian akibat overdosis di negara itu setiap tahunnya.

Penetapan ini, yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk narkotika, menandakan niat Trump untuk memperlakukan fentanil bukan hanya sebagai krisis kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai ancaman keamanan nasional yang setara dengan perang kimia.

Klasifikasi ini, yang meningkatkan serangan terhadap apa yang disebutnya sebagai geng-geng yang bertekad membanjiri AS dengan narkoba, memberdayakan Pentagon untuk membantu penegak hukum dan memungkinkan badan intelijen menggunakan alat-alat yang biasanya dipakai untuk melawan proliferasi senjata terhadap para pengedar narkoba.

“Kami secara resmi mengklasifikasikan fentanil sebagai senjata pemusnah massal, yang memang demikian adanya,” kata Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih, sebagaimana dilansir Reuters.

“Mereka mencoba mengedarkan narkoba ke negara kita.”

“Fentanil ilegal lebih dekat dengan senjata kimia daripada narkotika,” demikian bunyi perintah Trump.

Fadli Zon Sebut Lebih dari 43 Cagar Budaya Terdampak Bencana Sumatera

Fadli Zon Sebut Lebih dari 43 Cagar Budaya Terdampak Bencana Sumatera

Fadli Zon Sebut Lebih dari 43 Cagar Budaya Terdampak Bencana Sumatera (Achmad Al Fiqri)

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, memperkirakan lebih dari 43 cagar budaya terdampak banjir dan longsor di 3 provinsi di Pulau Sumatera. Ia mengaku telah menyiapkan anggaran untuk memperbaiki cagar budaya yang terdampak bencana.

1. Lebih dari 43 Cagar Budaya Terdampak

Fadli mengatakan, pihaknya telah mendata cagar budaya terdampak bencana di sejumlah provinsi di Sumatera, baik museum maupun tempat peribadatan.

“Pada tahap awal kemarin yang baru kita data itu 43. Ya, baik itu berupa cagar budaya tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun yang sudah tingkat nasional. Ada masjid, ada gereja, ada makam-makam, dan juga ada museum,” kata Fadli saat ditemui di Kemenbud, Jakarta Selatan, Minggu (14/12/2025).

Namun, Fadli memperkirakan, jumlah cagar budaya yang terdampak banjir dan longsor bisa bertambah. 

“Nah, jadi sejauh ini ternyata bertambah. Jadi bukannya hanya 43, kemungkinan ada puluhan. Ini kami terus mencatat,” tutur Fadli.

Meski begitu, Fadli memastikan, pihaknya telah menyiapkan dana untuk memulihkan dan memperbaiki cagar budaya yang terdampak banjir. 

kadobet login

Tinjau Pengungsian, Prabowo Minta Maaf karena Tak Punya Tongkat Nabi Musa tapi Akan Kerja Keras

Tinjau Pengungsian, Prabowo Minta Maaf karena Tak Punya Tongkat Nabi Musa tapi Akan Kerja Keras

Tinjau Pengungsian, Prabowo Minta Maaf karena Tak Punya Tongkat Nabi Musa tapi Akan Kerja Keras

 Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah bekerja keras menangani dampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra. Meski tidak memiliki kesaktian seperti tongkat Nabi Musa AS untuk mengatasi bencana, tetapi ia menjamin negara hadir untuk masyarakat.

“Saya minta maaf karena Presiden RI tidak punya tongkat Nabi Musa, tapi kita akan bekerja keras untuk bantu saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo saat meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Bener Meriah, Jumat (12/12/2025).

Dalam kunjungannya, Prabowo datang ke posko pengungsian di Jembatan Aceh Tamiang. Ia berinteraksi dengan warga di Posko Pengungsian SMP 2 Wih Pesam, Bener Meriah. 

Ia menjelaskan saat ini pemerintah telah mengerahkan puluhan helikopter dan pesawat untuk mempercepat penanganan bencana. Prabowo juga menyatakan pemerintah segera menyiapkan rumah pengganti untuk warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor.

Kita sudah kerahkan puluhan helikopter, puluhan pesawat. Kita sudah siapkan juga rencana untuk mengganti semua rumah,” ucapnya.

Meski begitu, Prabowo meminta masyarakat bersabar karena proses pemulihan membutuhkan waktu. Prabowo memastikan semua pihak bekerja keras memulihkan kondisi pascabencana.

Breaking News! Mobil Pengangkut MBG Tabrak Sejumlah Siswa di SDN Kalibaru 01 Jakut

Breaking News! Mobil Pengangkut MBG Tabrak Sejumlah Siswa di SDN Kalibaru 01 Jakut

Breaking News! Mobil Pengangkut MBG Tabrak Sejumlah Siswa di SDN Kalibaru 01 Jakut

 Sebuah mobil yang diduga pengangkut makan bergizi gratis (MBG) menabrak sejumlah siswa di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. Sejumlah siswa SDN yang menjadi korban langsung dievakuasi ke rumah sakit.

1. Mobil MBG Tabrak Siswa

Peristiwa kecelakaan itu viral di media sosial. Dari video yang beredar, para guru hingga siswa tampak kepanikan. Disebutkan kecelakaan itu terjadi ketika para siswa-siswi tengah berbaris dan belajar di lapangan sekolah.

Tampak beberapa siswa yang diduga menjadi korban tergeletak di lapangan sembari diberi pertolongan. Sementara itu, terlihat pula masih ada beberapa siswa yang berada di bawah kolong mobil tersebut.

Dari video tersebut, dinarasikan pengemudi ingin menginjak rem. Namun bukan rem yang diinjak, justru malah pedal gas yang kemudian membuat mobil melaju.

Okezone telah berusaha mengonfirmasi peristiwa tersebut ke Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz hingga jajarannya untuk mengetahui kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Namun, hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan dari kepolisian terkait kronologi maupun korban akibat insiden itu.

Peristiwa 9 Desember: Pembantaian Rawagede hingga Intifadhah Pertama Palestina

Peristiwa 9 Desember: Pembantaian Rawagede hingga Intifadhah Pertama Palestina

Ilustrasi Intifadhah Palestina (Foto: thechardle)

 Sejumlah peristiwa penting terjadi setiap tanggal 9 Desember. Seperti Hari Anti-Korupsi Sedunia,  pembantaian Rawagede yang menewaskan 431 penduduk di Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang, Jawa Barat pada 1947 dan perlawanan Palestina atas Israel tahun 1987.

Berikut ini beberapa peristiwa penting yang pernah terjadi pada 9 Desember seperti dikutip dari beragam sumber, Selasa (9/12/2025).

1.Pembantaian Rawagede

Pembantaian penduduk di Kampung Rawagede (sekarang Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang, Jawa Barat) oleh tentara Belanda menewaskan 431 orang terjadi pada 9 Desember 1947. Peristiwa disebut sebagai pembantaian Rawagede ini terjadi agresi militer pertama Belanda.

Awalnya, tentara kolonial menyerbu Bekasi. Rakyat mengungsi ke Karawang untuk menyelamatkan diri. Sampai akhirnya pertempuran tersebut berkobar di daerah antara Bekasi dan Karawang yang berakibat jatuhnya korban jiwa ratusan warga sipil.

2. Intifadhah Pertama Palestina

Perlawanan atau intifadhah pertama rakyat Palestina terhadap penjajahan Israel di Palestina dimulai pada 9 Desember 1987. Pemberontakan dimulai di kemah pengungsi Jabalia yang menyebar secara cepat ke seluruh Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Diperkirakan 164 orang Israel dibunuh oleh pejuang Palestina dan 1.100 orang Palestina tewas dibunuh tentara Israel. Sedikitnya 1.000 orang Palestina juga dibunuh oleh warga Israel sendiri karena dituduh mendukung Israel. Pemberontakan ini berakhir pada 1992.

Viral Jawab Jokowi Bukan Lulusan UGM, Roy Suryo : Pembuat LISA Bakal Jadi Tersangka?

Viral Jawab Jokowi Bukan Lulusan UGM, Roy Suryo : Pembuat LISA Bakal Jadi Tersangka?

Viral Jawab Jokowi Bukan Lulusan UGM, Roy Suryo : Pembuat LISA Bakal Jadi Tersangka?

Kecerdasan buatan (AI) milik Universitas Gadjah Mada (UGM) yakni LISA (Lean Intelligent Service Assistant) bikin heboh publik. Itu karena responsnya ketika ditanya soal Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Dalam video yang beredar, LISA menyebut Joko Widodo bukan alumni UGM, menanggapi pernyataan soal Jokowi Alumni UGM. Usai hal ini viral, LISA kemudian diperbaiki untuk sementara waktu

Pemerhati telematika, KRMT Roy Suryo, ikut menyoroti soal respons LISA.

“Jawaban ‘jujur’ LISA terkait pertanyaan ‘apakah JkW lulusan UGM’ dan dijawab LISA “tidak lulus UGM”  maka layanan LISA dihentikan sampai sekarang sehingga banyak yang menyebutnya ‘pensiun dini’  sungguh terlalu,” kata Roy dalam keterangan tertulis, Minggu (7/12/2025).

Ia menjelaskan, LISA secara teknis ini dikembangkan  unit internal UGM (Biro Transformasi Digital bersama Direktorat Kemahasiswaan) dan hasil kerja sama dengan pihak ketiga yaitu Botika. 

Roy menjelaskan, basis pengetahuan (knowledge base) LISA dibangun dari data internal UGM (tentang akademik, administrasi, informasi kampus) dan, bila diperlukan, data eksternal dari internet. 

“Namun disebut-sebut LISA tidak memuat data/informasi pribadi karena UGM sendiri menyatakan bahwa LISA tidak dirancang seperti AI komersial (misalnya seperti ChatGPT atau Gemini). Lucunya, bak Srimulat, penonaktifan LISA sekarang ini disebut sedang terus disempurnakan melalui proses pelatihan berkelanjutan,” ujarnya. 

Bule Belanda di Ubud Viral, Ngamuk-ngamuk dan Tantang Polisi Duel

Bule Belanda di Ubud Viral, Ngamuk-ngamuk dan Tantang Polisi Duel

Petugas mengamankan bule Belanda berinisial H yang mengamuk dan meresahkan warga Ubud (dok. Polsek Ubud)

Seorang bule Belanda di Ubud jadi viral. Dia ngamuk-ngamuk dan sempat menantang polisi untuk berduel. Beruntung bule itu berhasil diamankan.
Video seorang warga negara asing (WNA) mengamuk dan membuat keributan di kawasan Ubud viral di media sosial. Tidak hanya mencak-mencak, bule Belanda berinisial H itu juga sempat menantang polisi berduel.

Berdasarkan video yang beredar di medsos, pria berkulit putih itu tampak mendatangi seorang polisi yang sedang bertugas. Bule itu lantas menepuk tangan dan berteriak kencang. Pengunggah video menarasikan pria asing itu dalam pengaruh minuman beralkohol.

Kanit Reskrim Polsek Ubud, Iptu I Kadek Patra, membenarkan adanya bule berulah tersebut. Menurutnya, kejadian bermula saat turis Belanda itu ditegur lantaran tidak menggunakan helm saat berkendara.

“Betul, ada pengaruh alkohol. Saat diperiksa, ada aroma alkohol dari mulutnya. Laporan dari masyarakat juga dia berkendara sembarang sehingga dapat membahayakan dirinya sendiri dan sekitar. Untuk itu, kami amankan,” terang Patra.

Patra menuturkan H sempat melawan dan menyebut dirinya telah berkelahi dengan puluhan orang. Setelah itu, H menantang petugas untuk berduel.

Menurut catatan Patra, tingkah H sudah beberapa kali membuat warga resah. Ia menyebut bule Belanda itu sempat membeli minuman beralkohol di salah satu restoran di Ubud dan pergi tanpa membayar.

Buron Sabu Rp5 Triliun Dewi Astutik Terlibat Jaringan Gembong Narkoba Fredy Pratama

Buron Sabu Rp5 Triliun Dewi Astutik Terlibat Jaringan Gembong Narkoba Fredy Pratama

Dewi Astutik Terlibat Jaringan Gembong Narkoba Fredy Pratama

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan, bahwa buronan Dewi Astutik terlibat dalam salah satu jaringan gembong narkoba Fredy Pratama. Dewi Astutik sendiri ditangkap di Kamboja.

“Berdasarkan hasil analisa terdapat dua nama utama asal Indonesia yang mendominasi penyelundupan narkoba di kawasan Golden Triangle yakni Freddy Pratama,” kata Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto dikutip, Rabu (3/12/2025).

Suyudi menjelaskan, Dewi Astutik yang juga jadi buronan aparat penegak hukum Korea Selatan tersebut terlibat dalam pengendalian perdagangan narkotika jaringan Asia Timur, Tenggara dan Afrika.

“Dewi merupakan rekrutmen dari jaringan perdagangan narkotika Asia Afrika dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan,” ujarnya.

Saat ini, tim penyidik BNN sedang melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap Dewi untuk mengungkap peran atas keterlibatan dari buron Fredy Pratama.

Dalam hal ini, dia menerangkan terkait upaya penangkapan terhadap gembong narkoba tersebut. Dimana, BNN bersama tim gabungan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berhasil meringkus Dewi Astutik alias Mami yang merupakan penyelundupan dua ton narkotika jenis sabu jaringan golden triangle.

Adapun pelaku ditangkap oleh petugas di wilayah Sihanoukville bagian barat negara Kamboja saat hendak masuk ke dalam salah satu lobi hotel. Selama penangkapan berlangsung, dilakukan sangat cepat hingga tanpa ada perlawanan dari pelaku itu sendiri.

“Saat itu target berhasil diamankan ketika sedang bersama dengan seorang laki-laki,” kata mantan Kapolda Banten tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Apresiasi Warga Tanam 400 Pohon, Upaya Kurangi Polusi

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Apresiasi Warga Tanam 400 Pohon, Upaya Kurangi Polusi

Penanaman pohon di Buana Gardenia, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. (Foto: dok DPRD Kota Tangerang)

Wakil Ketua III DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto mengapresiasi inisiatif warga RW04 Buana Gardenia, Kecamatan Pinang yang melakukan penanaman pohon buah. Sebanyak 400 pohon buah ditanam di berbagai titik di Buana Gardenia sebagai bagian dari penghijauan. 

Turidi menyampaikan, inisiatif yang dilakukan warga RW04 Buana Gardenia dapat menjadi role model bagi wilayah lainnya di Kota Tangerang. Terlebih, pohon yang ditanam juga menghasilkan buah-buahan yang dapat dikonsumsi bersama. 

“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh warga RW04 Buana Gardenia. Ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Tangerang. Kami juga mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan yang juga mendukung kegiatan ini dengan memberikan bibit pepohonan,” ucapnya, Minggu (30/11/25). 

“Pohon-pohon ini ke depannya akan berbuah. Jadi, selain dapat bermanfaat sebagai penghijauan, menambah oksigen di wilayah sekitar juga dapat sebagai bagian dari ketahanan pangan dengan buah-buahan yang dihasilkan,” kata Turidi. 

Pada kesempatan tersebut, Turidi berharap di seluruh 104 kelurahan di Kota Tangerang mampu melakukan hal yang sama seperti warga RW04 Buana Gardenia. Sehingga, dengan banyaknya pepohonan yang ditanam dapat menjadi upaya mengurangi polusi di Kota Tangerang. 

“Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini dan kami harap, dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat Kota Tangerang. Sehingga, polusi di Kota Tangerang juga dapat teratasi dengan banyaknya sumber penghasil oksigen yang baru,” tuturnya. ADV