Pantauan Okezone di lokasi sekira pukul 21.18 WIB, api yang semula kecil kemudian membesar setelah dibakar massa aksi. Sebelumnya mereka juga membakar halte di Jalan Jenderal Sudirman.
Kobaran api terus membesar hingga menghanguskan gerbang tol, hingga saat ini belum ada petugas pemadam kebakaran yang datang untuk memadamkan api tersebut.
Selain itu, massa aksi juga membakar sejumlah water barrier di jalan tol. Mereka juga acap kali mengarahkan petasan ke dalam halaman gedung DPR RI. Massa aksi masih tetap bertahan di depan Gedung DPR.
Adapun demo ini merupakan buntut meninggalnya pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan pada Kamis (28/8). Affan meninggal setelah ditabrak dan dilindas dengan kendaraan lapis baja Brimob Polri.
“Pertama-tama, saya sampaikan turut berduka cita atas korban meninggal saudara sebangsa kita, Affan Kurniawan. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT, keluarga tetap tabah serta korban luka lainnya segera disembuhkan,” ujar Andi Yuslim Patawari dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (29/8/2025). Dia juga berharap jajaran Polri, termasuk Brimob melakukan shalat gaib di markas untuk almarhum.
Untuk aparat keamanan, secara khusus AYP meminta personel Brimob yang berjaga di titik keramaian segera ditarik kembali ke markas. Menurutnya, langkah ini penting agar situasi tidak semakin memanas dan masyarakat merasa lebih tenang.
“Brimob perlu ditarik ke markas demi menjaga kondusivitas publik. Kehadiran pasukan bersenjata di tengah demonstrasi bisa memicu ketegangan baru,” tuturnya.
Selain itu, AYP juga mengingatkan komandan Polri di lapangan agar bersikap lebih bijak. Ia menekankan pentingnya mengikuti arahan komando atasan untuk menghindari tindakan berlebihan yang merugikan masyarakat.
“Komandan dan personel di lapangan harus patuh pada perintah atasan. Jangan sampai ada keputusan sepihak yang bisa memicu gesekan dengan warga,” kata mantan Ketua DPP KNPI ini.
Atensi ini disampaikan Andi Yuslim Patawari menyusul insiden rantis Brimob yang menabrak dan melindas seorang pengemudi ojek online hingga meninggal dunia. Peristiwa tersebut tengah mendapat sorotan publik dan menjadi perhatian Kapolri yang telah meminta maaf kepada keluarga korban.
Untuk aparat keamanan, secara khusus AYP meminta personel Brimob yang berjaga di titik keramaian segera ditarik kembali ke markas. Menurutnya, langkah ini penting agar situasi tidak semakin memanas dan masyarakat merasa lebih tenang.
“Brimob perlu ditarik ke markas demi menjaga kondusivitas publik. Kehadiran pasukan bersenjata di tengah demonstrasi bisa memicu ketegangan baru,” tuturnya.
Selain itu, AYP juga mengingatkan komandan Polri di lapangan agar bersikap lebih bijak. Ia menekankan pentingnya mengikuti arahan komando atasan untuk menghindari tindakan berlebihan yang merugikan masyarakat.
“Komandan dan personel di lapangan harus patuh pada perintah atasan. Jangan sampai ada keputusan sepihak yang bisa memicu gesekan dengan warga,” kata mantan Ketua DPP KNPI ini.
Atensi ini disampaikan Andi Yuslim Patawari menyusul insiden rantis Brimob yang menabrak dan melindas seorang pengemudi ojek online hingga meninggal dunia. Peristiwa tersebut tengah mendapat sorotan publik dan menjadi perhatian Kapolri yang telah meminta maaf kepada keluarga korban.
Pantauan Okezone di lokasi, halte ini dibakar tak lama setelah Halte Polda Metro Jaya 1 dibakar. Api yang membakar halte ini terlihat lebih besar.
Bahkan api menjalar hingga selasar-selasar tempat mobilitas penumpang berpindah. Kebakaran halte ini membuat asap hitam tebal tak terhindarkan.
Mobil water Cannon langsung dikerahkan dari dalam Polda Metro Jaya untuk menyiram kebakaran tersebut. Meski demikian, air tidak cukup kuat untuk mencapai titik api.
Adapun di depan Mapolda Metro Jaya, massa terlihat tak ada lagi di lokasi. Mereka bergeser ke arah Stadion Utama Gelora Bung Karno dan ke arah Jalan Gatot Subroto.
Lalu lintas di sekitar Lokasi juga macet parah. Hingga berita ini ditayangkan polisi juga masih bersiaga dari dalam Mapolda Metro Jaya.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Perindo Dina Masyusin. (Foto: Partai Perindo).
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dina Masyusin, menilai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 101 Tahun 2021 tentang Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) sudah tidak sesuai dengan perkembangan kebutuhan pendidikan tinggi di ibu kota.
Legislator dari Partai Perindo ini meminta Gubernur Pramono Anung segera melakukan revisi agar aturan tersebut bisa mengakomodasi seluruh perguruan tinggi, bukan hanya kampus berakreditasi A.
“Pergub tersebut sudah tidak relevan lagi. Seharusnya, DKI Jakarta juga menjangkau mahasiswa tidak mampu yang mengenyam pendidikan di kampus terakreditasi B maupun C,” katanya di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Saat ini, kata Dina, aturan KJMU membatasi penerima bantuan biaya kuliah hanya bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang berkuliah di kampus dengan akreditasi A.
Padahal, kualitas akademik tidak semata-mata ditentukan oleh status akreditasi. Banyak mahasiswa berprestasi juga lahir dari perguruan tinggi dengan akreditasi B maupun C yang semestinya memperoleh kesempatan serupa.
Kemenag Akan Jadikan Madrasah Pusat Inovasi Internasional
Kementerian Agama RI menguatkan peran madrasah sebagai motor pendidikan Islam di Asia Tenggara. Hal ini ditegaskan dalam Knowledge Sharing Best Practice Madrasah MABIMS yang diadakan Direktorat KSKK Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam, di Tangerang Selatan, Banten, 27-30 Agustus 2025.
Empat negara yaitu Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Indonesia berkumpul dalam forum ini untuk berbagi praktik baik sekaligus merumuskan strategi bersama menghadapi tantangan pendidikan global.
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Arskal Salim GP, menegaskan bahwa madrasah bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan bagian dari perjalanan panjang bangsa.
“Dari dinding kayu hingga layar digital interaktif, madrasah selalu menemukan cara untuk relevan dengan zamannya,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Dikatakannya, transformasi madrasah kini bergerak makin progresif dengan pemanfaatan teknologi, kurikulum adaptif, hingga jejaring kerja sama lintas negara.
“Forum ini bukan acara seremonial, tetapi ruang strategis untuk menyatukan langkah. Madrasah harus tetap menjadi benteng nilai sekaligus pusat lahirnya inovasi,” tegasnya.
Di sisi lain, Arskal juga menegaskan, ketiga pilar Prioritas Menteri Agama, yaitu Ekoteologi, Cinta Kemanusiaan dan Madrasah Unggul Terintegrasi, menjadi fondasi agar madrasah tak hanya menjaga tradisi keislaman moderat, tetapi juga tampil sebagai pusat inovasi yang siap bersaing di kancah global.
Peluk Ayah dan Ibu Affan, Prabowo: Saya Turut Berduka Presiden Prabowo Subianto mengucapkan duka cita kepada ayah dan ibunda Affan Kurniawan di rumah duka, Jalan Lasem, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) malam. Prabowo juga memeluk kedua orangtua Affan.
Affan merupakan korban meninggal akibat ditabrak mobil kendaraan taktis (Rantis) Brimob saat aksi penyampaian pendapat atau demonstrasi.
“Saya turut berduka ya. Baik-baik ya,” kata Prabowo setibanya di rumah duka dan memberikan jabat tangan serta pelukan kepada ayahanda Affan yang bernama Zulkifli.
“Ya, ya,” jawab Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Zulkifli pun mengatakan kepercayaan kepada Presiden Prabowo. “Kita percaya sama bapak,”ucapnya.
“Putranya berapa?” tanya Prabowo.
“Kebetulan dua sama almarhum. Tiga dengan yang kecil,” ujar Zulkifli.
Pada kesempatan itu, Prabowo selanjutnya mengucapkan duka kepada sang Ibunda Affan. “Ibu saya turut berbelasungkawa sungkawa,” kata Prabowo.
Ketua DPP Bidang Koordinasi dan Sinergi Legislator Partai Perindo Gardian Muhammad. (Foto: Partai Perindo).
Partai Perindo menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan (21 tahun), driver ojek online, yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis Brimob Polri saat demonstrasi mahasiswa dan buruh di sekitar Gedung DPR/MPR, Kamis (28/8/2025) malam. Padahal Affan bukan bagian dari massa aksi, namun menjadi korban dalam eskalasi kekerasan aparat keamanan.
Ungkapan duka cita itu disampaikan oleh Ketua DPP Bidang Koordinasi dan Sinergi Legislator Partai Perindo, Gardian Muhammad. Dia juga mengapresiasi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menginstruksikan penindakan tegas terhadap 7 personel Brimob yang mengendarai dan berada di rantis.
Gardian juga mendesak Kapolri untuk segera memberikan sanksi tegas kepada tujuh anggota kepolisian yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa yang menewaskan Affan Kurniawan.
“Selain itu, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan demonstrasi agar lebih humanis, karena hak menyampaikan pendapat dijamin oleh konstitusi,” kata Gardian di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Pihaknya juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menunggangi peristiwa ini, sehingga masyarakat dan kepolisian seolah-olah diadu.
Gardian juga menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah menyampaikan belasungkawa, menyesalkan tindakan berlebihan aparat, dan memerintahkan investigasi transparan.
Presiden menegaskan bahwa petugas yang terlibat harus bertanggung jawab secara hukum, agar keadilan bagi korban dan keluarga dapat ditegakkan.
“Profesionalisme akan menjadikan kalian tangguh menghadapi dinamika global,” ujar Djarot saat wisuda dan pelantikan 409 taruna dan taruni di Kampus PPI Curug, Tangerang, Banten, Jumat (29/8/2025).
“Integritas akan menjadi kompas moral dalam setiap langkah, sementara kecerdasan akan menuntun kalian menghadirkan solusi inovatif bagi transportasi udara Indonesia,” sambungnya.
Djarot menambahkan, bahwa kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari pengabdian. Negeri ini tengah membangun konektivitas, dan di balik semua itu ada peran insan aviasi yang berdedikasi.
“Indonesia membutuhkan kalian. Negeri ini tengah membangun konektivitas dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote. Jangan pernah lelah berbuat baik, jangan pernah berhenti belajar, dan jangan pernah mengkhianati integritas,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur PPI Curug, Megi H Helmiadi menambahkan, wisuda ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan perwira muda yang siap menjaga keselamatan dan kualitas transportasi udara nasional.
Gempa Dangkal M4,9 Guncang Cilacap, Getaran Terasa hingga Pangandaran
Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika Fisika (BMKG) melaporkan adanya gempa bumi Magnitudo 4,9 di 105 km arah Barat Daya Cilacap, Jawa Tengah pada, Jumat (29/8/2025). Malam. Getaran gempa ini dirasakan oleh warga Pangandaran.
“Hari Jumat, 29 Agustus 2025 pukul 21.02.14 WIB wilayah Pangandaran, JABAR dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik,” ujar Kepala Stasiun Geofisika (Stageof) Sleman BMKG Ardhianto Septiadhi.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8.65° LS; 108.79° BT tepatnya di laut pada jarak 105 km arah Barat Daya Cilacap, Jateng dengan kedalaman 10 Km.
Menurutnya, jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis yang dangkal akibat adanya aktivitas pada zona subduksi.
“Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Pangandaran II-III MMI (Getaran dirasakan seperti truk yang melintas). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” sambungnya.
“Ini bentuk rasa empati kami dari Ormas MKGR,” ujat Ketua Panitia Penyelenggara (Mubes) Ke-X Ormas MKGR, Dyah Roro Esti.
“Kami berduka cita sebesar besarnya atas musibah yang menimpa Almarhum Affan Kurniawan. Tentunya kami tidak ingin menyelenggarakan acara di saat kondisi sosial politik di masyarakat sedang tidak baik-baik saja,” sambung Dyah Roro.
Menurutnya, Mubes Ke-X Ormas MKGR,lebih menekankan pada kegiatan sosial yang dirasakan langsung ke masyarakat kelas ke bawah.
“Kita buat acara meriah tapi impact-nya bisa dirasakan langsung oleh rakyat, misalnya saja untuk acara pembukaan dihadiri oleh masyarakat dan anak-anak yatim untuk diberikan santunan,” tandasnya.
Sekjen DPP Ormas MKGR Ilham Permana menambahkan, pembatalan ini murni dari perasaan Ormas MKGR terhadap kondisi yang terjadi di masyarakat saat ini.
“Tadi Ketua Umum DPP Ormas MKGR bersama kader Ormas MKGR juga sudah menyampaikan turut berduka cita atas adanya korban jiwa dalam peristiwa demonstrasi kemarin,”ujarnya.